Santunan Korban Drag Race Masalah Kemanusiaan, Bukan Masalah Dapil Politik

ARGUMEN.CO, KOTAMOBAGU – Kecelakaan dalam drag race Kotamobagu yang digelar di Desa Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Minggu 9 Agustus 2026, menyebabkan belasan korban luka-luka dan meninggal dunia.

Belasan korban tersebut berasal dari dua kabupaten dan kota yakni Kota Kotamobagu dan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Read More
banner 300600

Tanpa melihat Daerah Pemilihan (Dapil) politik, anggota DPRD Kota Kotamobagu, Panji Merdeka Putra, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 8 keluarga korban meninggal dan luka-luka.

Ditemui di rumah duka di Desa Bilalang Tiga, Kecamatan Bilalang, Kabuapaten Bolmong, politisi Partai Hanura itu mengatakan, penyaluran bantuan tersebut murni masalah kemanusiaan. “Dukacita ini murni masalah kemanusiaan. Tidak ada kaitan dengan politik. Karena jika masalah kemanusiaan dicampur adukan dengan politik, maka itu akan menggugurkan nilai kemanusiaan. Saya buktikan kedatangan saya untuk berkunjung ke keluarga korban, tidak urusan dengan daerah pemilihan. Mari kita selalu berprasangka baik,” kata Panji Merdeka Putra ketika diwawancarai.

Panji Merdeka Putra, mewakili keluarga besar Benny Rhamdani dan Sri Tanti Angkara, menyampaikan turut berbela sungkawa atas musibah yang dialami oleh keluarga korban kecelakaan maut drag race Upai.

“Ayah (Benny Rhamdani, red) dan Bunda (STA) menyampaikan permohonan maaf karena belum berkesempatan hadir di tengah keluarga yang berduka. Saya mewakili keluarga besar menyampaikan turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan korban yang masih dirawat secepatnya diberikan kesembuhan,” ujar Panji Merdeka Putra. (*)

Related posts