ARGUMEN.CO, KOTAMOBAGU – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara (Sulut) Dr. H. Ferrytass, S.H, M.Hum, M.Si, Dt. Toembidjo, mengunjungi Kota Kotamobagu, Senin 19 Oktober 2026.
Agenda kunjungan orang nomor satu di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut itu untuk menghadiri pelantikan sejumlah organisasi masyarakat desa dan kelurahan yang akan dilangsungkan, Selasa 20 Oktober 2026.
Tiba di Kota Kotamobagu, Ferrytass langsung menyempatkan diri menerima sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan media di Sutanraja Hotel Kotamobagu.
Beberapa perwakilan media yang hadir yaitu Chandra E. Damopolii dari Askara.co dan Deddy Frandisky. Dalam bincang bersama tokoh masyarakat dan wartawan di Kota Kotamobagu, Plt Kejati Sulut mendengar masukan, saran dan perspektif dari stakeholder.
Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Kehadiran Plt Kejati Sulut menegaskan komitmen institusi dalam mendukung upaya bersama memastikan penegakan hukum yang berkeadilan.
Sinergi antar stakeholder diharapkan mampu menghasilkan langkah kongkret penegakan hukum berkeadilan.
Silaturahmi Plt Kajati Sulut Ferrytass bersama stakeholder di Kota Kotamobagu ini merupaka. Langkah proaktif Plt Kajati Kotamobagu untuk meningkatkan efektivitas hubungan antara Korps Adhyaksa di Sukut dengan elemen masyarakat di Bumi Nyiut Melambai.
Ini merupakan pengejawantahan nyata dari peran Kejati di mana negara akan tampil tepercaya di hadapan masyarakat.
Kepastian hukum yang dihasilkan dari sinergitas ini juga secara langsung mengukuhkan peran Kejati dalam turut serta menjaga ketertiban umum masyarakat.
Chandra E. Damopolii selaku perwakilan media yang hadir mengapresiasi sikapa Plt Kajati Sulut Ferrytass yang menyempatkan diri menerima sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan media di tengah kesibukannya yang padat. “Fotum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat koordinasi stakeholder dan institusi Kejaksaan khususunya Kejati Sulut dalam mendukung penegakan hukum yang berkeadilan dan turut menjaga ketertiban umum masyarakat di Sulut,” kata Chandra. (*)








