Ferrytass Pimpin Upacara Sumpah Pemuda di Kantor Kejati Sulut

ARGUMEN.CO, SULUT – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 secara khidmat di halaman Kantor Kejati Sulut, Manado, Rabu 28 Oktober 2026.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, Dr. H Ferrytass, S.H, M.Hum, M.Si, Dt. Toembidjo, membacakan amanat tertulis Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, di hadapan seluruh jajaran insan Adhyaksa dan pegawai di lingkungan Kejati Sulut.

Read More
banner 300600

Peringatan Sumpah Pemuda tahun 2026 mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema ini dinilai sangat relevan dalam menavigasi dinamika zaman, di mana penegakan hukum modern dituntut untuk tidak hanya presisi secara rasional, tetapi juga memiliki kedalaman empati dan keadilan yang hidup di tengah masyarakat.

Dalam amanat Jaksa Agung RI yang disampaikan Dr. Ferrytass., Dt. Toembidjo ditekankan bahwa sejarah Sumpah Pemuda 1928 membuktikan bahwa hukum merupakan fondasi utama dalam membangun konsensus persatuan bangsa.

Oleh karena itu, hukum tidak boleh dipandang sebatas instrumen menjaga ketertiban teknis semata, melainkan sebagai pilar menjaga keadilan dan kepercayaan publik (public trust).

“Persatuan Indonesia tidak dibangun semata-mata atas kedekatan geografis, melainkan melalui kesadaran bersama. Dalam konteks penegakan hukum modern, nilai patriotisme, kegigihan, dan empati harus diterjemahkan ke dalam kualitas pengabdian yang nyata. Jangan pernah menggadaikan integritas demi kepentingan sesaat,” ujar Dr. Ferrytass, Dt. Toembidjo saat membacakan amanat Jaksa Agung RI.

Lebih lanjut, dalam menghadapi kompleksitas tantangan zaman, seperti kejahatan siber, kejahatan korporasi, pencucian uang, hingga kerentanan generasi muda terhadap judi online dan pinjaman online ilegal—insan Adhyaksa dituntut untuk mengedepankan patriotisme konkret yang dicerminkan melalui kesetiaan pada konstitusi, keteguhan menuntaskan amanah, serta mengutamakan kepentingan publik.

Selain itu, kegigihan dan adaptabilitas menjadi kunci melalui keberanian moral untuk terus belajar, berinovasi, dan bertransformasi secara digital, yang selalu berjalan selaras dengan kepastian hukum, kemanfaatan, dan rasa keadilan.

Dr. Ferrytass, Dt. Toembidjo menyerukan kepada generasi muda Adhyaksa di Sulawesi Utara untuk tampil sebagai penggerak perubahan yang proaktif dan responsif.

Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang inklusif dan modern harus terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab demi mewujudkan reformasi kelembagaan yang substantif.

Upacara yang berlangsung tertib dan penuh khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa dan keandalan institusi Kejaksaan Republik Indonesia dalam mengawal penegakan hukum di bumi Nyiur Melambai. (*)

 

Related posts