Ukir Sejarah di Sulut, KANNI Apresiasi Penambang Ratatotok, Dukung Gerakan Penambang Bangun Kampung

ARGUMEN.CO, MITRA – Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) mengapresiasi gerakan penambang emas Ratatotok yang menginisiasi pengumpulan dana pembangunan infrastruktur jalan.

Menurut Ketua Investigasi KANNI Nasional, Chandra E. Damopolii, perhatian dan kepedulian penambang emas Ratatotok bersama stakeholder lainnya membangun kampung yang diawali pengaspalan hot mix jalan dalam lorong merupakan bentuk gotong royong yang harus terus dijaga. “Saya rasa, kegiatan ini adalah wujud dan kepedulian para penambang untuk membangun kampung,” kata Chandra.

Read More
banner 300600

Apalagi kata Chandra, kondisi infrastruktur jalan di sejumlah lorong di Ratatotok cukup memprihatinkan. Kondisinya rusak berlubang yang dapat mengganggu keselamatan pengendara. “Tentu kegiatan yang berawal dari kongko-kongko para penambang emas dan warga serta tokoh masyarakat ini adalah gagasan positif membangun kampung,” ujarnya.

Kata Chandra, penambang emas Ratatotok telah membuktikan kepedulian melalui aksi nyata ini. Ia berharap,  momentum dimulainya “Gerakan Penambang Bangun Kampung Ratatotok” yang   lahir dari kepedulian membangun kampung halaman ini bisa menjadi contoh. “Mereka tidak hanya bicara, tapi bergerak. Gerakan ini adalah angin segar dan harus menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Chandra.

Informasi didapat, dalam kegiatan “Gerakan Penambang Bangun Kampung Ratatotok”, dana sekitar Rp1 miliar sebagian besar digunakan untuk hotmix jalan.

Pelaksanaan jalan dalam lorong yang akan di kerjakan meliputi beberapa titik di antaranya, akses jalan Lakban 14×4, 5 LPA Hotmix, jalan simpang tiga Lakban 1×1 Patching, lorong Ci Mei 37×4 LPA Aspal, SD Inpres 28×4 LPA, depan Lapangan Narato 5×4 LPA, Lapangan Narato Tengah 5×4 LPA, simoang tiga perkuburan 81×4 LPA, simpang tiga penjual daging 3×2 Patching dan sebagainya.

Adapun pelaksana kegiatan terdiri dari stakeholder seperti camat, Kapolsek, tokoh masyarakat Tonny Lasut sebagai pengarah.
Sementara, tim kerja diketuai Valdy Suak, dengan anggota Steven Mamahit, Zainal Supit, Makrun Lailamu. Allen Tarore, Billy Tiwow.

Bidang perencanaan dan penganggaran dipercayakan kepada Deddy Rundengan, bendahara Erwin Tumbel. Koordinator teknis, Maspikun serta bidang pengawasan Imaludin Kadi. Adapun bidang informasi Billy Lumintang serta staf Ahmad Katili dan Tivay Nasaru. (*)

Related posts