ARGUMEN.CO, SULUT – Karir putra Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Roycke Harry Langie di institusi Polri kian cemerlang.
Dalam mutasi terbaru jajaran perwira tinggi Polri, Kapolda Sulut itu mendapat promosi untuk menduduki jabatan strategis di tingkat Mabes Polri sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri).
Promosi tersebut sekaligus membuka jalan bagi Roycke Harry Langie untuk menyandang pangkat jenderal bintang tiga atau Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol).
Atas prestasi gemilang itu, apresiasi pun diberiman sejumlah elemen.
Ketua Investigasi Nasional Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Chandra E. Damopolii, mengatakan dipromosinya Irjen Pol Reycke Langie dapam jabatan jenderla bintang tiga atau Komjen menjadi kebanggaan warga Sulut.
“Salah satu putra terbaik Sulut mampu menduduki jabatan strategis di tubuh Polri,, ini menjadi kebanggaan warga Kawanua (Sulut,red),” kata Chandra, Senin 31 Agustus 2026.
Menurut Chandra, kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi Roycke Langie dari Irjen ke Komnjen ini mencerminkan pengakuan atas integritas dan rekam jejak kerja yang optimal dalam menjalankan tugas negara.
“Ini bukti nyata dedikasi dan bakti Pak Roycke Langie untuk NKRI,” ujat Chandra.
Karier Irjen Pol Roycke Harry Langie di institusi Polri memasuki babak baru. Kapolda Sulawesi Utara itu mendapat promosi untuk menduduki jabatan strategis di tingkat Mabes Polri sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri).
Promosi tersebut sekaligus membuka jalan bagi Roycke Harry Langie untuk menyandang pangkat jenderal bintang tiga atau Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol).
Dalam mutasi terbaru jajaran perwira tinggi Polri, Roycke Langie dipercaya mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Komjen Pol Fadil Imran yang memasuki masa pensiun.
Penunjukan ini menjadi peningkatan signifikan dalam jenjang karier putra Pakuweru, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tersebut. Dari jabatan Kapolda Sulut, Roycke kini mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas di lingkungan Markas Besar Polri dengan cakupan tanggung jawab yang lebih luas.
Sebagai Astamaops Kapolri, Roycke akan memimpin Staf Utama Operasi (Stamaops) sekaligus membantu Kapolri dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang operasi kepolisian.
Posisi tersebut memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan operasi kepolisian berjalan terencana, terkoordinasi dan terkendali di berbagai wilayah Indonesia.
Tanggung jawab Astamaops mencakup penyusunan perencanaan operasi, koordinasi antarsatuan dan pengendalian pelaksanaan operasi kepolisian secara nasional.
Dengan jabatan barunya tersebut, Roycke Harry Langie tidak lagi hanya bertanggung jawab pada lingkup kewilayahan sebagai Kapolda, tetapi akan terlibat dalam pengelolaan strategi operasi Polri dalam skala nasional.
Promosi ini sekaligus menempatkan Roycke Langie dalam jajaran perwira tinggi Polri dengan tanggung jawab strategis dalam mendukung Kapolri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kebijakan serta operasi kepolisian di seluruh Indonesia. (*)







